Kabar kurang menggembirakan datang dari Sumatera Utara, di mana sektor pertanian karet dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini berdampak pada produksi, pendapatan petani, hingga potensi ekspor komoditas unggulan tersebut. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara per akhir April 2025, terjadi penurunan produksi karet sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Beberapa faktor disinyalir menjadi penyebab utama penurunan di sektor pertanian karet ini. Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumut, Ir. Bambang Setiawan, dalam keterangannya pada Kamis, 24 April 2025, menyebutkan bahwa faktor cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi yang berkepanjangan di awal tahun, sangat mempengaruhi proses penyadapan dan produksi getah karet. Selain itu, serangan hama dan penyakit tanaman karet juga turut berkontribusi terhadap penurunan hasil panen.
“Kami mencatat adanya peningkatan kasus serangan penyakit gugur daun dan jamur akar putih yang cukup meresahkan para petani karet. Upaya pengendalian terus kami lakukan melalui penyuluhan dan bantuan teknis kepada para petani,” jelas Ir. Bambang Setiawan di kantornya, Medan. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa fluktuasi harga karet di pasar global juga memberikan tekanan tersendiri bagi para petani, terutama petani skala kecil.
Penurunan di sektor pertanian karet ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya. Karet merupakan salah satu komoditas andalan Sumatera Utara yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Upaya-upaya strategis perlu segera dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dan memulihkan kembali produktivitas sektor pertanian karet.
Salah satu langkah yang tengah diupayakan oleh Dinas Perkebunan Sumut adalah program peremajaan tanaman karet tua dan tidak produktif. Selain itu, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan terkait teknik budidaya yang baik dan penanganan hama penyakit juga menjadi fokus utama. Diharapkan, dengan berbagai upaya ini, sektor pertanian karet di Sumatera Utara dapat kembali bangkit dan memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan para petani. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan harga dan dukungan bagi sektor pertanian secara keseluruhan.
