Pembangunan ekosistem pendidikan yang kuat dan adaptif membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Hal ini ditekankan secara khusus oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam penutupan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) Tahun 2025. Beliau menyoroti pentingnya semangat gotong royong super team sebagai kunci utama untuk menangani berbagai isu strategis pendidikan dan mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia.
Konsolnas Dikdasmen 2025 yang digelar selama tiga hari pada 27-30 April 2025 merupakan forum penting yang disiapkan Kemendikdasmen untuk membahas berbagai tantangan dan peluang di dunia pendidikan bersama seluruh pemangku kepentingan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti memperkenalkan dan menekankan prinsip “JK 3SHIP” sebagai fondasi gotong royong dalam penanganan isu pendidikan. Prinsip ini mencakup Jaringan, Kolaborasi, Partnership, Friendship, dan Kepemimpinan.
Konsep gotong royong super team yang disampaikan Mendikdasmen menggarisbawahi bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi), dunia usaha dan dunia industri (DUDI), hingga komunitas masyarakat dan orang tua. Semua elemen ini harus berfungsi sebagai sebuah tim yang solid, saling mendukung, dan memiliki visi yang sama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menteri Mu’ti menekankan bahwa aspek Jaringan tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas ikatan dan nilai yang terbentuk di antara setiap individu. Kolaborasi harus bersifat inklusif, tidak memandang besar-kecilnya lembaga, melainkan menempatkan semua pihak pada posisi setara sebagai mitra. Spirit Friendship juga penting untuk membangun hubungan yang kuat dan saling percaya dalam upaya bersama.
Selain itu, kepemimpinan yang kuat dan berani mengambil risiko juga menjadi pilar penting. Dalam konteks pendidikan, harus ada pihak yang mampu memimpin dan mengonsolidasikan gerakan untuk merespons isu-isu pendidikan dengan baik. Mendikdasmen sorot gotong royong super team ini sebagai cara untuk memastikan setiap pemangku kepentingan bertugas secara optimal dalam menghadapi tantangan pendidikan Dengan semangat gotong royong super team ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bahu-membahu dalam mengimplementasikan kebijakan, mengembangkan kurikulum yang relevan, meningkatkan kompetensi guru, serta menyediakan fasilitas belajar yang memadai. Inisiatif ini merupakan langkah progresif untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing global, demi terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.
