Mendekati periode Libur Panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah dan berbagai instansi terkait terus memacu persiapan untuk memastikan kelancaran arus pergerakan masyarakat. Fokus utama adalah pada kesiapan infrastruktur di seluruh wilayah, khususnya pada jalur mudik utama yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Perhubungan menjamin bahwa kondisi jalur mudik tahun ini akan jauh lebih baik dan siap menampung lonjakan volume kendaraan. Optimalisasi kesiapan infrastruktur ini merupakan langkah krusial untuk menjamin keamanan dan kenyamanan selama Libur Panjang berlangsung.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan tol dan non-tol harus dihentikan total paling lambat pada hari Sabtu, 13 Desember 2025. Prioritas utama terletak pada penyelesaian fungsional Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) seksi Indralaya–Prabumulih sepanjang 64 kilometer, yang diharapkan dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan. Selain itu, perbaikan dan penambahan rest area juga dikebut, terutama di ruas tol yang panjang dan minim fasilitas, seperti di Tol Trans-Jawa segmen Batang-Semarang.
Di luar jalan tol, kesiapan infrastruktur juga difokuskan pada jalur mudik arteri Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) Jawa. Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan total lebih dari 500 kilometer jalan nasional yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang selesai pada awal Desember 2025. Perbaikan ini termasuk penambalan lubang, pelebaran ruas jalan rawan kemacetan, hingga penataan ulang persimpangan yang menjadi bottleneck.
Aspek keamanan selama Libur Panjang menjadi perhatian serius. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Dr. R. Heru Susanto, S.I.K., M.H., M.Si., mengumumkan bahwa Operasi Lilin 2025 akan dimulai pada Kamis, 18 Desember 2025. Jajaran kepolisian akan mendirikan 3.500 pos pengamanan dan pelayanan di sepanjang jalur mudik, termasuk di titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan, seperti di tanjakan Nagreg, Jawa Barat. Kakorlantas menekankan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow dan one way, akan dilakukan secara fleksibel berdasarkan kondisi lapangan, menjamin mobilitas masyarakat.
Penggunaan teknologi juga dimaksimalkan, dengan pemasangan ratusan kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalur strategis. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan Libur Panjang dengan aman dan nyaman. Dengan kesiapan infrastruktur yang matang, diharapkan perjalanan jalur mudik tahun ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
